Kezuhudan Bisyir Bin Al-Harits Al-Hafi

Abul Qasim Al-Anbari menceritakan terhadap kami, bahwa beliau memperoleh dongeng dari seorang sahabatnya, yang mengatakan; Saya pernah pergi menemui Bisyir bin Al-Harits ke rumahnya. Saya mengetuk pintunya. Dan saya mendengar bunyi dari dalam rumah. Saya pun menjajal menyimak bunyi tersebut. Ternyata itu merupakan bunyi Bisyir bin Harits Al-Hafi yang sedang memegang semangka, sambil beliau mencela dirinya. Dia berkata, “Sangat buruk engkau! Engkau ingin memakannya, padahal beliau sesuatu yang tidak bernilai!?” Dia terus mengulang kata-katanya itu. Hal itu saya rasakan berjalan sungguh lama. Sehingga saat siang menjelang tengah hari, saya pun mengetuk pintunya. 

Dan beliau pun bertanya, “Siapa itu?” Saya menjawab, “Saya si Fulan.” Dia berkata, “Masuklah.” Saat saya masuk dan duduk. Saya berkata kepadanya, “Wahai Abu Nashr, tidak sepatutnya engkau berlaku menyerupai itu terhadap dirimu! Mengapa engkau mencela dirimu usang sekali, padahal ini dalam kasus yang sudah Allah halalkan dan diberikan keringanan? Dan mengapa demikian besar pengingkaranmu terhadap makan semangka ini?” 

Dia menjawab, “Saya bersabar menanggung kesusahan hari-hari yang berjalan, sampai hari-hari tersebut berlalu. Dan saya pun menekankan hawa nafsuku untuk bersabar dari keinginannya sampai beliau terus bertahan hidup.” Setelah itu beliau menaruh semangka itu dan berkata, “Ambillah.” Setelah itu beliau mengucapkan syair, “Usahaku untuk bikin kenyang perutku dengan memasarkan agamaku, merupakan satu kemustahilan Siapa yang menjangkau dunia tanpa tuntunan agama Dia akan menjangkau kehancuran atas kehancuran.”

------------------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 122-123

Belum ada Komentar untuk "Kezuhudan Bisyir Bin Al-Harits Al-Hafi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel