Kisah Ihwal Ular

Dari Ibban bin Abdil Jabbar, ia berkata; Saat kami bareng Sufyan bin Uyainah, dan ia meriwayatkan hadits terhadap kami, tiba-tiba ia menengok ke arah seorang syaikh di sampingnya, sambil berkata, “Wahai Abu Abdillah, bisakah engkau menceritakan terhadap kami kisahmu dengan ular?” Syaikh berkata; Muhammad bin Uyainah menceritakan kepadaku, sebuah hari Humairi bin Abdillah pergi ke kawasan berburu. Saat berada di kawasan lapang, ada seekor ular yang bangun mengangkat kepalanya bertumpu pada ekornya. Ular itu berkata, “Sembunyikanlah saya, biar Allah menyelamatkanmu di bawah naungan Arasy-Nya, pada di saat tidak ada naungan pemberian kecuali pemberian Allah!”

Ibnu Uyainah berkata, “Saya melindungimu dari apa?” Ular berkata, “Dari lawan yang mengejarku dan ingin mencincang tubuhku!” Ibnu Uyainah berkata, “Di mana saya menyembunyikanmu?” Ular itu menjawab, “Dalam rongga dalam tubuhmu, apabila engkau meng kehendaki kebaikan.” Dia bertanya, “Siapakah engkau?” Dia menjawab, “Makhluk yang mengucap La Ilaha Illallah.” Dia berkata, “Ini rongga tubuhku.” Kemudian ular itu pun menjadi berada dalam rongga tubuhnya. Kemudian tiba-tiba tiba seorang cowok sambail menenteng bendo di atas pundaknya. Dia berkata, “Wahai syaikh, apakah engau menyaksikan seekor ular yang bersembunyi di tempatmu ini?”

Dia menjawab, “Saya tidak menyaksikan apa pun.” Dia berkata, “Sangat besar ucapan yang keluar dari mulutmu.” Dia berkata, “Yang engkau katakan itu lebih besar. Karena saya menyampaikan tidak menyaksikan sesuatu, tetapi engkau malah berkomentar menyerupai itu.” Mendengar itu, cowok tersebut pun pergi. Dan di saat ia sudah berlangsung jauh dan tak terlihat, ular itu pun berkata, “Hai hamba Allah, lihatlah, apakah matamu sanggup menyaksikan sesuatu?” Dia menjawab, “Saya tidak sanggup menyaksikan sesuatu” Dia berkata, “Pilihlah salah satu dari dua opsi ini; pertama, saya mematuk jantungmu, sampai membuatnya hancur. Kedua, saya menjepit livermu sehingga terbelah-belah, dan berikutnya mengeluarkannya dari bawah tubuhmu dalam bentuk potongan-potongan.” Dia berkata, “Demi Allah, engkau tidak membalas jasaku dengan benar. Semoga Allah merahmatimu.”

Ular itu berkata, “Bagaimana engkau sanggup mengerjakan menyerupai ini terhadap orang yang tidak engkau kenal? Jika bukan alasannya merupakan kebodohanmu, tentu engkau sudah tahu bagaimana permusuhan yang terjadi antara diriku dengan nenek-moyangmu sebelumya. Dan engkau juga sudah tahu, saya tak mempunyai duit yang sanggup saya berikan kepadamu, juga saya tak mempunyai binatang kendaraan yang sanggup menjadi kendaraanmu.” Dia berkata, “Saya mengerjakan hal itu alasannya merupakan ingin berbuat kebaikan.” Kemudian ia menengok ke arah gunung. Dan berkata, “Jika memang begitu, oke saya pergi ke gunung ini.” 

Setelah itu ia berlangsung turun. Di sana ia mendapati seorang cowok yang sedang duduk, dan parasnya terlihat bersinar menyerupai rembulan di bulan purnama. Pemuda itu bertanya, “Wahai syaikh, saya lihat engkau sedang memburu selesai hidup dan lari dari kehidupan. Ada apakah?” Dia menjawab, “Saya lari dari lawan yang bersembunyi dalam rongga tubuhku, yang sudah saya lindungi dari musuhnya.” Dia pun menceritakan kisahnya. Pemuda itu berkata, “Pertolongan sudah tiba kepadamu.” Setelah itu ia memukulkan tangannya ke selendangnya, dan dari selendang itu ia mengeluarkan sesuatu. Sesuatu itu ia makankan ke tubuhnya, maka bergetarlah kedua dagunya, sehabis itu ia makankan kembali untuk yang kedua kali, dan terlihat ada gerak di perutnya. Berikutnya ia makankan lagi untuk yang ketiga kalinya, maka ular tersebut pun keluar dari bawah tubuhnya dalam kondisi terpotong-potong.”

Dia bertanya, “Beritahukanlah kepadaku, siapakah engkau? Semoga Allah merahmatimu! Tidak ada orang yang lebih berjasa kepadaku dibanding dirimu.” Dia menjawab, “Apakah engkau tidak mengenalku? Saya merupakan kebaikan. Saat itu para malaikat di seluruh langit mengalami kegoncangan di saat ular itu mengecewakanmu. Maka Allah memerintahkan; Hai Kebaikan, tolong hamba-Ku itu, dan katakan kepadanya engkau mengharapkan sesuatu untuk keridhaan-Ku, maka Aku berikan kepadamu pahala orang-orang saleh. Aku anugerahkan kepadamu anugerah orang-orang yang berbuat baik. Dan Aku selamatkan dirimu dari musuhmu.”

----------------------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 109-111

Belum ada Komentar untuk "Kisah Ihwal Ular"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel