Kisah Debu Turob Dan Tukang Cukur

Dari Ahmad bin Ja’far Al-Hadzdza`, beliau berkata; Saya mendengar Abu Ali Husain bin Khairan Al-Faqih berkata, “Abu Turab An-Nakhsyabi melalui seorang tukang cukur. Dia pun berkata kepadanya, “Apakah engkau mau mencukur rambutku sebab Allah ‘Azza wa Jalla ?” Ia menjawab, “Duduklah.” Abu Turab pun duduk. Dan dikala beliau mencukur rambutnya, lewatlah seorang gubernur kawasan tersebut. 

Dan beliau mengajukan pertanyaan terhadap para pendampingnya, “Bukankah ini Abu Turab?” Mereka menjawab, “Benar.” Dia bertanya, “Berapa banyak dinar yang kalian bawa?” Seorang asistennya menjawab, “Saya menenteng satu kantung berisi seribu dinar.” Gubernur pun mengutus terhadap asistennya, “Jika Abu Turab final cukur, berikanlah dinar-dinar itu kepadanya dan mintalah maaf kepadanya, sebab dinar yang kita bawa cuma ini saja.” Asistennya itu tiba menemui Abu Turab. Dan berkata kepadanya,

“Gubernur mengucapkan salam kepadamu. Dan menampilkan dinar ini. Dia minta maaf sebab dinar yang dibawa cuma ini.” Abu Turab menjawab, “Berikan dinar itu terhadap tukang cukur.” Tukang cukur berkata, “Apa yang mau aku perbuat dengan dinar itu?” Abu Turab menjawab, “Ambillah.” Ia menjawab, “Demi Allah, walaupun beliau berjumlah seribu dinar, aku tidak akan mengambilnya.” Abu Turab lalu berkata terhadap tangan kanan gubernur itu, “Kembalilah terhadap gubernur, dan katakan bahwa tukung cukur tidak mau mengambilnya. Maka ambillah dinar ini untuk engkau gunakan bagi keperluanmu.”

-----------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh, Karya Ibnul Jauzi. Cetakan Pustaka al-Kautsar, hal. 89

Belum ada Komentar untuk "Kisah Debu Turob Dan Tukang Cukur"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel