Belajar Keteguhan Dari Ummu Sulaim

Anas meriwayatkan, bahwa seorang anak Abu Thalhah dari Ummu Sulaim, meninggal dunia. Maka Ummu Sulaim berkata terhadap orang-orang di keluarganya, “Jangan kalian beritahukan Abu Thalhah wacana maut anaknya, sampai aku yang menceritakannya sendiri kepadanya.” Saat Abu Thalhah datang, dia menyambutnya dan berikutnya memamerkan nya makan malam. Abu Thalhah pun makan dan minum dengan tenang. Sementara itu Ummu Sulaim juga berdandan dengan sebaik-baiknya, sehingga kesannya Abu Thalhah terbangkitkan impian syahwatnya dan dia pun menggaulinya.

Setelah Ummu Sulaim menyaksikan suaminya sudah kenyang dan sudah terpuaskan hawa nafsunya, maka dia berkata kepadanya, “Wahai Abu Thalhah, bila ada yang meminjamkan sesuatu terhadap satu keluarga, kemudian yang meminjamkan itu ingin mengambil kembali pinjamannya, apakah dia berhak menolaknya?” Dia menjawab, “Tidak.” Ummu Sulaim berkata lagi, “Seperti itulah keadaannya dengan anakmu (yang sudah diambil kembali oleh Allah).” Abu Thalhah kemudian menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mengumumkan ia wacana apa yang sudah terjadi. Beliau pun bersabda, 

بارك الله لكما في ليلتكما 

“Semoga Allah memamerkan keberkahan bagi kalian pada malam kalia berdua.” (HR. Bukhari no. 1218)

Ummu Sulaim kemudian hamil. Dan lazimnya di saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bepergian, Abu Thalhah dan Ummu Sulaim senantiasa menyertai beliau. Dan Rasulullah tiap kali tiba di Madinah dari perjalanan, ia melalui jalan tertentu. Rombongan ia pun mendekat Madinah. Dan di saat itu Ummu Sulaim mencicipi akan melahirkan. Karena itu, Abu Thalhah mesti menemani Ummu Sulaim. Sedangkan ia melanjutkan perjalanannya ke Madinah.

Abu Thalhah berdoa, “Ya Allah, Engkau Maha tahu bahwa aku sungguh bahagia berlangsung bareng Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berlangsung keluar Madinah bareng beliau, dan kembali ke Madinah bareng beliau. Namun di sekarang ini aku tertahan dengan kondisi istriku yang akan melahirkan, sehingga aku tidak bisa turut serta bareng ia masuk ke Madinah.” 

Ia berkata; Saat itu Ummu Sulaim berkata; Wahai Abu Thalhah, di sekarang ini aku tidak lagi mencicipi sakit menyerupai sebelumnya. Maka kami pun berlangsung kembali. Tapi Ummu Sulaim kembali mencicipi sakit akhir kontraksi mau melahirkan, di saat keduanya dalam perjalanan. Kemudian Ummu Sulaim melahirkan seorang anak laki-laki. Ummu Sulaim pun berkata, “Hai Anas, ia dilarang disusui oleh semua orang sampai engkau pergi menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” 

Saat tiba pagi hari, Dia pun membawanya terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia menjumpai Rasulullah dengan menenteng gendongan bayi. Beliau bertanya, “Apakah Ummu Sulaim sudah melahirkan?” Saya menjawab, “Sudah.” Beliau pun menaruh gendongan bayi. Lalu, aku meletakkannya di pangkuan beliau. Setelah itu, ia meminta mudah-mudahan dihadirkan kurma ajwa Madinah. Beliau kemudian mengulum kurma tersebut di verbal ia sampai halus. Setelah itu ia memberikannya ke verbal bayi. Dan si bayi pun mengemutnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

انظروا ألي حب الأنصار التمر

“Lihatlah, kaum Anshar menggemari kurma.” 

Dia melanjutkan, “Kemudian ia menyapu parasnya dan menamakannya Abdullah.” (HR. Muslim no. 3995 dan 4496)

----------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 85-87

Belum ada Komentar untuk "Belajar Keteguhan Dari Ummu Sulaim"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel