Seperti Apakah Waliyullah?

Wahab meriwayatkan bahwa para Hawariyyun berkata; Wahai Isa, siapakah para wali Allah yang tidak pernah merasa cemas juga tidak merasa sedih?” Isa ‘Alaihissalam menjawab, “Mereka yakni orang-orang yang menyaksikan batin dunia ini, sementara orang lain cuma menyaksikan performa lahir dunia. Dan mereka menyaksikan tamat hidup dunia, sementara orang lain menyaksikan kenikmatan dan gemerlap dunia. Mereka pun memposisikan diri selaku orang yang sudah mati di dunia, sedangkan orang lain takut mati. Mereka juga meninggalkan perkara-perkara yang mereka tahu hal itu akan meninggalkan mereka. Sehingga langkah-langkah mereka memperbanyak dunia yakni sebuah kekeliruan. 

Tindakan mereka mengenang dunia yakni sebuah ketertinggalan. Tindakan mereka yang besar hati dengan dunia yang mereka genggam yakni sebuah kesedihan. Apa yang orang dapatkan dari dunia, mereka tolak. Kemuliaan yang orang sanggup di dunia tanpa alasannya yakni yang benar, mereka singkirkan. Dunia mereka biarkan sebagaimana adanya dan mereka tidak mau memperbaruinya. Dunia juga hancur dalam diri mereka dan mereka tidak membangunnya. Dunia mati dalam hati mereka, dan mereka tidak menghidupkannya, sehabis kematiannya. 

Sebaliknya, mereka membangun alam abadi mereka dengan dunia itu, dan mereka jual dunia itu untuk mereka gunakan berbelanja alam abadi yang kekal. Mereka menolak dunia dan dengan penolakan itu mereka bergembira. Mereka menjualnya, dan dengan menjualnya mereka menjadi pihak yang beruntung. Mereka menyaksikan penghuni dunia selaku orang yang sudah mati. Dunia sudah lenyap. Sehingga mereka pun memfokuskan untuk mengenang kematian, dan mematikan kenangan atas dunia. 

Mereka menyayangi Allah, dan bahagia mengingat-Nya, serta meminta tutorial dari cahaya-Nya. Mereka mempunyai isu yang aneh. Dan pada mereka juga terdapat isu yang aneh. Dengan mereka Kitab Suci ini menjadi ditegakkan. Dan dengan Kitab Suci pula mereka menjalani hidup mereka. Mereka juga mengatakan dengan Kitab Suci. Dan dengan mereka Kitab Suci sanggup diketahui. Dengan Kitab Suci pula mereka menjadi dikenal. Mereka tidak menyaksikan orang yang mendapat dunia selaku orang yang berikan, dan juga tidak melihatnya selaku orang yang mendapat keselamatan selain dari keselamatan akhirat. Dan, mereka tidak menyaksikan adanya cemas kecuali kegagalan menjangkau alam abadi yang mereka harapkan. (lihat az-Zuhd. Karya Imam Ahmad bin Hambal, no. 345)

---------------------------------------------------------------
sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 81-82

Belum ada Komentar untuk "Seperti Apakah Waliyullah?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel