Kisah Mengingat Hari Kebangkitan

Mathar Al-Warraq berkata; Suatu hari Haram bin Hayyan tidur di rumah Hamamah, seorang sobat Rasulullah . Di sana Hamamah menangis semalam sarat sampai subuh. Dan di saat subuh, Haram berkata kepadanya, "Hai Hamamah, apa yang membuatmu menangis?" Dia menjawab, "Saya sedang merenungkan malam di hari tamat zaman yang di saat pagi harinya kubur-kubur dibuka dan para penghuninya keluar dari kubur."

Hamamah kembali bermalam bareng mereka. Dan pada malam harinya beliau menangis sampai subuh. Ketika subuh beliau ditanya kembali; apa yang membuatmu menangis?

la menjawab, "Aku merenungkan ihwal malam di hari tamat zaman yang pagi harinya bintang-bintang di langit berhamburan. Sehingga hal itu membuatku menangis." Keduanya sering kali berlangsung berdua di waktu siang. Dan mengunjungi pasar bunga-bungaan. Di sana keduanya berdoa terhadap Allah meminta diberikan surga, dan berdoa yang lain. Setelah itu keduanya pergi ke kawasan cerdik besi, dan keduanya pun meminta donasi terhadap Allah dari api neraka. Selanjutnya keduanya berpisah ke kawasan masing-masing." (Lihat: Hilyatu Al-Awliya' (1/258), dan Shifatu Ash-Shafwah (1/353).

--------------------------------------

sumber : 500 Kisah Orang Sholeh. Karya Ibnul Jauzi, hal. 73-74

Belum ada Komentar untuk "Kisah Mengingat Hari Kebangkitan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel